Lewati ke konten utama / Skip to main content
Masuk
Lesson LearnedArtikel

Momentum G20 dalam Perkembangan UMKM di Indonesia

"Recover Together, Recover Stronger" adalah tema besar Presidensi G20 2022 yang diusung Indonesia sebagai tuan rumah untuk melakukan forum kerjasama...

Terbit 25 Februari 2022118 dilihat

“Recover Together, Recover Stronger” adalah tema besar Presidensi G20 2022 yang diusung Indonesia sebagai tuan rumah untuk melakukan forum kerjasama ekonomi internasional bersama dengan anggota G20 lainnya. G20 pertama kali dibentuk pada tahun 1999 dan telah memiliki peran yang sangat krusial di kancah perekonomian dunia. G20 sendiri merepresentasikan lebih dari 60% populasi global, dan tidak hanya 75% perdagangan dunia, tetapi juga 80% dari keseluruhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Tidak hanya menjadi ajang bergengsi, Indonesia sebagai tuan rumah hingga 2023 harus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan digitalisasi terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang tidak lain juga merupakan salah satu pilar penting dari perjalanan forum G20 tahun ini.

Teknologi adalah Game Changer

Seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat, kita bisa mengklasifikasikan teknologi menjadi suatu alat yang dapat merubah arah suatu bisnis. Tidak bisa dipungkiri, penggunaan teknologi dapat memberikan akses pasar yang mudah, informasi yang cepat dan efisien serta menjadi fast-shortcut dalam melakukan transaksi bisnis antara penjual dan pembeli. Proses jual beli-barang jasa dengan menggunakan jaringan elektronik disebut E-commerce.

Perkembangan e-commerce di Indonesia semakin cepat seiring dengan peningkatan transaksi berbasis digital. Perkembangan ekonomi digital diperkirakan mencapai USD70 miliar atau Rp97 triliun di Indonesia 2021 dengan proporsi 75,6 persen dari e-commerce (e-Conomy SEA, 2021). Data dari Hootsuite (We Are Social) menyebutkan, masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata USD20,3 milliar di 2018 naik USD3,3 miliar atau 20% dibandingkan tahun 2017 untuk membeli barang di e-commerce. Jika dirinci sebesar USD9,5 miliar dihabisan untuk membeli barang dalam kategori fesyen, elektronik dan belanja grosir, USD9,4 miliar dihabiskan untuk membeli tiket perjalanan online, dan USD850 juta dihabiskan untuk membeli video game. Selanjutnya, payung hukum yang diciptakan pemerintah melalui Perpres No.74 tahun 2017 mengenai Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional berbasis Elektronik atau SPNBE dan Peraturan Pemerintah No.80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PSME) membuat masyarakat semakin antusias dengan keberadaan e-commerce ini.

Pemanfaatan teknologi yang masif meningkatkan penetrasi internet di Indonesia. Data dari Hootsuite (We Are Social) menunjukkan bahwa, hingga Februari 2022, tren pengguna internet di Indonesia ialah sebesar 204,7 juta atau sekitar 73,7% dari total populasi. Selanjutnya, pengguna media sosial aktif meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 12,6% menjadi 191,4 juta orang di 2022. Penggunaan internet di Indonesia masih didominasi untuk menemukan informasi (80,1%), menemukan ide baru (72,9%) dan berhubungan dengan teman dan keluarga (68,2%). Angka ini menggambarkan bahwa terjadi peningkatan pemanfaatan teknologi dalam lini aktivitas masyarakat Indonesia.

Ekosistem Digital pada UMKM di Indonesia

UMKM menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Di tahun 2019, diperkirakan terdapat 65,4 juta unit UMKM aktif yang menyerap hingga 116 juta tenaga kerja dan menghasilkan rata-rata 60,5% dari total PDB Indonesia. Peran yang signifikan pada UMKM di Indonesia menjadi perhatian khusus oleh Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) untuk membuat produk UMKM Indonesia berdaya saing tinggi dan meningkatkan value dari usaha itu sendiri. Beberapa hal yang dilakukan oleh Kemenkop UKM di antaranya ekspansi akses pasar UMKM, peningkatan kapasitas produksi dan inovasi, serta meningkatkan jumlah pengusaha UMKM. Nantinya, UMKM ditargetkan dapat menyumbang PDB hingga 65% di 2024.

Sesuai dengan roadmap digitalisasi UMKM, Indonesia menargetkan 30 juta UMKM sudah melakukan digitalisasi di 2024. Hal ini juga sudah didukung oleh kesiapan infrastruktur digital di Indonesia. Laporan dari Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), di 2019 pemerintah berhasil membangun konektivitas 4G yang mencangkup 82,3% wilayah Indonesia dan pembangunan jaringan fiber optik (Palapa Ring) yang menghubungkan 93% seluruh kota di Indonesia. Selanjutnya, pembangunan 4.111 unit layanan internet pada sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor yang diseimbangi dengan pembangunan 140.000 satelit dengan kecepatan hingga 150 Gbps di Indonesia. Namun, hal ini masih belum optimal karena Indonesia masih memiliki masalah infrastruktur digital yaitu koneksi internet yang masih belum stabil di beberapa daerah. Untuk kategori fixed broadband pada laporan Speedtest Global Index, Indonesia menempati urutan ke-114 dari 180 negara dengan kecepatan internet mencapai 26,95 Mbps. Dibandingkan negara tetangga, Singapura memiliki kecepatan internet hingga 262,2 Mbps. Selain itu, dalam kategori internet mobile, Indonesia menempati posisi 112 dari 140 negara dengan kecepatan mobile broadband mencapai 21,96 Mbps.

Kesiapan dan pemanfaatan infrastruktur digital oleh UMKM masih rendah di Indonesia. Data yang dirilis Kemenkop UKM, baru sekitar 21% dari keseluruhan total UMKM yang sudah digitalisasi namun masih sekitar 94% UMKM belum menggunakan komputer dalam menjalankan usahanya. Dengan pertumbuhan transaksi e-commerce sekitar 26,6% per tahun, hanya 5,7 juta unit UMKM masuk marketplace (lokapasar daring). Beberapa hal yang menyebabkan kurangnya pemanfaatan digitalisasi pada UMKM di antaranya (1) Pelaku UMKM masih terhambat ketersediaan teknologi untuk membuka usaha platform e-commerce; (2) Kesenjangan akses digital sehingga banyak program yang masih bergantung pada pendampingan UMKM yang sulit dilakukan secara intensif, dan (3) Harga konektivitas internet yang harus diperhitungkan oleh pelaku UMKM.

Peran G20 untuk UMKM Indonesia

Adanya pandemi COVID-19 membuat banyak bisnis mengandalkan internet dan konektivitas jarak jauh untuk bertahan. Namun, masih ditemukan adanya gap diantara pelaku UMKM dan pembangunan infrastruktur digital yang masif di Indonesia sehingga ekosistem ekonomi digital untuk UMKM belum dapat dimaksimalkan. Momentum G20 yang akan berlangsung di Indonesia tahun ini harus dimanfaatkan dengan benar terutama dalam mendorong efektivitas pembangunan digitalisasi di Indonesia.

  • Investasi di bidang Information and Communication Technology (ICT) di Indonesia

Keterlibatan investor di Indonesia sudah dimulai sejak dulu, namun sektor teknologi informasi dan komunikasi masih belum menjadi tujuan utama untuk berinvestasi. Dengan adanya G20, Indonesia harus dapat menarik beberapa investor dengan meramu kebijakan yang lebih elastis untuk investor asing, reformasi struktural yang baik, serta prosedur yang jelas dalam mengurus administrasi investasi di Indonesia. Hal lain adalah sosialisasi yang baik terkait peraturan terkait kepastian upah dan skema insentif pajak di Indonesia sehingga, tidak ada high-cost economy untuk memulai bisnis di Indonesia.

  • Transfer skill antar pekerja

Indonesia dapat melakukan pertukaran skill antar pekerja dengan negara-negara G20 dalam satu tahun ini untuk belajar hal baru terkait digitalisasi di Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara kesempatan magang di beberapa perusahaan teknologi besar atau mendapatkan pelatihan secara khusus dari negara-negara yang memiliki pengetahuan teknologi lebih baik. Melalui G20, Indonesia diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam mengkampanyekan inklusi digital baik di sektor ekonomi maupun bisnis agar terhubung dengan ekosistem digital dan sustainable.

  • Agenda Diskusi

Setahun kedepan, Indonesia akan memiliki banyak forum diskusi yang terdiri dari 150 kegiatan yang mencangkup acara inti (main event) dan 111 kegiatan lainnya (side events). Dalam mendukung G20, UMKM dapat melakukan kolaborasi antar pemangku kepentingan, memperkenalkan produk UMKM misalnya menyediakan souvenir meeting, dan aktif berdiskusi dengan pelaku usaha lain terkait inovasi produk atau sarana digitalisasi untuk penjualan.

Dengan adanya strategi yang baik, maka diharapkan output yang dihasilkan oleh G20 tahun ini dapat dirasakan maksimal oleh seluruh pihak yang terlibat terutama masyarakat Indonesia.


Referensi

Badan Pusat Statistik. 2020. “Statistik E-commerce 2020”. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Akses pada 18 Februari 2022 melalui https://www.bps.go.id/publication/2020/12/24/2548417ddc6dab8247553124/statistik-e-commerce-2020.html

DataReportal – Global Digital Insights. 2022. “Digital 2022: Global Overview Report — DataReportal – Global Digital Insights”. Akses pada 20 Februari 2022 melalui https://datareportal.com/reports/digital-2022-global-overview-report

Kemenkopukm.go.id. 2022. “Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UKM) Tahun 2018-2019”. Akses pada 20 February 2022 melalui https://kemenkopukm.go.id/uploads/laporan/1617162002_SANDINGAN_DATA_UMKM_2018-2019.pdf

Kementerian Koperasi dan UMKM. 2021. “Akselerasi Digitalisasi UMKM Bentuk Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi pada Webinar Kuliah Umum”. Webinar Kuliah Umum – STIE Indonesian Banking School 23 Juli 2021

Speedtest. 2021. “Speedtest Global Index”. Akses pada 19 February 2022 melalui https://www.speedtest.net/global-index#mobile

Stephen, D. and Carrilho Neves, N., 2022. “E-Conomy Sea 2021”. Google, TEMASEK , Bain & Company. Akses pada 21 Februari 2022 melalui https://www.thinkwithgoogle.com/intl/en-apac/consumer-insights/consumer-trends/e-conomy-sea-2021/?utm_source=twg_paid_gsn&utm_medium=paidsearch&utm_campaign=twg_paid_gsn&utm_medium=cpc&utm_source=Google&utm_team=twg-apac&utm_campaign=202011-seaeconomygenericem-id-en&gclid=Cj0KCQiAjc2QBhDgARIsAMc3SqSHlF502QImIYqsQe9RpxcD01_udDzx5C1eum-eKUpwOxfWXlL8HuwaAnkNEALw_wcB&gclsrc=aw.ds

Cara mengutip

Riyandi Saras Anggita. (2022). Momentum G20 dalam Perkembangan UMKM di Indonesia. SMI Institute, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Diakses , dari 

Terkait

Pengetahuan serupa

Dipilih berdasarkan kesamaan tag sektor, tema, dan geografi.

Diskusi

Pertanyaan yang tidak untuk dibahas terbuka dapat dikirim lewat korespondensi tertutup.

Masuk untuk ikut berdiskusi. Komentar anonim tidak tersedia.

Memuat diskusi…