Lewati ke konten utama / Skip to main content
Masuk
KelembagaanMenengahTerfasilitasi

KPBU dari Hulu ke Hilir

PPP End-to-End

Siklus penuh Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha — dari identifikasi proyek, penyiapan, transaksi, hingga manajemen kontrak — beserta titik-titik gagal yang paling sering terjadi di lapangan.

GAGeorge Adam Sukoco STeam Leader Macro & Regional Analysis
PWPunto WijayantoInfrastructure Specialist
Tingkat
Menengah
Ada prasyarat
Durasi
6 minggu
2 jam/minggu
Jadwal
Kohort
Ada sesi terjadwal
Peserta
288
86 menyelesaikan

★ 4.789 penilaian·12 modul · 41 unit·Subtitle: ID, EN

  • ☰12 modul, 41 unit belajar
  • ▶17 video · 12 bacaan · 11 kuis
  • ✓Sertifikat dapat diverifikasi publik
  • ∞Akses selamanya, tanpa tenggat

Kompetensi yang diperoleh

KPBU / PPPAlokasi RisikoValue for MoneyManajemen KontrakPenyiapan ProyekAnalisis Kelayakan

Yang akan Anda kuasai

  • ✓Memetakan tahapan KPBU sesuai regulasi yang berlaku
  • ✓Menyusun kerangka alokasi risiko antara pemerintah dan badan usaha
  • ✓Menilai value for money sebuah skema KPBU
  • ✓Mengantisipasi titik gagal umum pada tahap transaksi

Untuk siapa kursus ini

Pejabat Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), kementerian/lembaga, konsultan penyiapan proyek.

Prasyarat: Disarankan telah menyelesaikan Dasar Pembiayaan Infrastruktur.

Isi kursus

12 modul · 41 unit · 17 video · 12 bacaan · 11 kuis · 1 tugas · 13 jam 36 menit

    • ▶Perpres KPBU dan turunannyavideo · 18m
    • ▶Peran PJPK, Kemenkeu, dan simpul KPBUvideo · 15m
    • ☰Peta regulasi KPBU Indonesiabacaan · 22m
    • ✎Kuis Modul 1kuis · 10m
    • ✒Analisis kelayakan proyek daerahtugas · 90m

Pengajar

GA

George Adam Sukoco S

Team Leader Macro & Regional Analysis

SMI Institute

Memimpin analisis makro dan regional. Menyusun Monthly Economic Update dan diagnostik ekonomi daerah.

Lihat semua →
PW

Punto Wijayanto

Infrastructure Specialist

SMI Institute

Spesialis penyiapan proyek infrastruktur, berpengalaman pada skema KPBU dan pembiayaan daerah.

Lihat semua →

Penilaian & ulasan

4.78

★★★★★

9 penilaian

5 ★0 · 0%
4 ★0 · 0%
3 ★0 · 0%
2 ★0 · 0%
1 ★2 · 100%

Daftar kursus ini untuk dapat memberi penilaian.

  • BNBambang NugrohoAnalis Proyek, Kementerian PUPR★★★★★

    Pengajarnya menjawab pertanyaan di forum dengan cepat dan tidak normatif.

    27 Agustus 2026

  • DSDoni SaputraInsinyur, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur★★★★★

    Penjelasan tahapan jelas. Akan lebih baik bila disertai contoh dokumen studi pendahuluan.

    23 Agustus 2026

  • FAFitri AnggrainiPerencana, Bappeda Kabupaten Badung★★★★★

    Sebagai perencana daerah, saya baru sadar banyak langkah penyiapan yang selama ini kami lewati.

    20 Agustus 2026

  • YPYoga PratamaManajer Proyek, Konsultan Infrastruktur★★★★★

    Materi bagus. Bagian alokasi risiko perlu diperlambat sedikit karena padat sekali.

    17 Agustus 2026

  • NHNurul HidayahPerencana Muda, Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan★★★★★

    Studi kasusnya realistis, termasuk bagian yang gagal. Justru itu yang paling banyak memberi pelajaran.

    14 Agustus 2026

  • DLDwi LestariAnalis Risiko, Bank Pembangunan Daerah★★★★★

    Beberapa modul terasa padat, tapi karena bisa diulang kapan saja jadi tidak masalah.

    12 Agustus 2026

  • SWSari WulandariStaf Perencanaan, PDAM Tirta Raharja★★★★★

    Alur KPBU akhirnya terbayang utuh, dari penyiapan sampai perjanjian kerja sama. Selama ini hanya paham sepotong-sepotong.

    11 Agustus 2026

  • SWSari WulandariStaf Perencanaan, PDAM Tirta Raharja★★★★★

    Penjelasan pengajar runtut dan tidak bertele-tele. Kuisnya menguji pemahaman, bukan hafalan.

    11 Juli 2026

  • RKRina KartikaAnalis, Bappeda Provinsi Jawa Barat★★★★★

    Materinya langsung bisa dipakai. Templat di tab Sumber sudah kami jadikan standar internal.

    10 Juni 2026

Kata peserta

“Modul alokasi risiko mengubah cara kami menyusun matriks risiko di daerah.”
— Kepala Bidang, Dinas PUPR
“Sesi diskusi dengan praktisi jauh lebih berharga daripada membaca regulasi sendiri.”
— Konsultan penyiapan proyek

Bagian dari jalur belajar

Pertanyaan umum

Apa bedanya kursus terfasilitasi dengan mandiri?+

Kursus terfasilitasi memiliki jadwal kohort, sesi diskusi langsung bersama praktisi, dan pendampingan pengajar.

Kapan kohort berikutnya dibuka?+

Kohort dibuka dua kali setahun, pada Februari dan Agustus.

Apakah bisa diikuti tanpa mengikuti kohort?+

Bisa. Seluruh materi rekaman dapat diakses mandiri, namun sertifikat kohort hanya untuk peserta terjadwal.